Website ini adalah rumah kecil untuk menyimpan pengalaman mengajar, bacaan, gagasan, dan percakapan tentang pendidikan — agar hal-hal baik tidak selesai di dalam kelas.

Catatan kecil tentang bagaimana tulisan di website ini dibaca dan ditanggapi.
Tidak semua pengalaman perlu menjadi tulisan panjang. Ada yang cukup dicatat, ada yang perlu dibaca ulang, dan ada yang justru perlu dibicarakan bersama.
Cerita keseharian dan pengalaman mengajar yang tetap terhubung dengan Bahasa Indonesia.
Buku yang saya baca, tandai, dan bawa kembali ke ruang kelas.
Praktik baik, ide sederhana, dan orang-orang yang menyalakan semangat.
Belajar Indonesia lewat gotong royong, keberagaman, tanggung jawab, keadilan, dan bahasa.
Membaca sejarah, budaya, dan warisan sebagai percakapan antargenerasi.
Ruang guru, siswa, orang tua, dan pembaca untuk membicarakan materi & isu aktual.
Beberapa catatan yang paling baru saya tulis. Saya menyimpannya bukan sebagai jawaban final, tetapi sebagai jejak proses belajar.
Binatang Jago Matematika Oleh: Drajat Ada beberapa jenis binatang yang terampil dengan matematika. Seorang ahli zoology Inggris J. Lubbock, melukiskan beberapa perilaku lebah. Lebah jenis tertentu memberi makan larvanya dengan potongan makanan dalam jumlah tetap. Lebah itu mengelilingi sarang dan menaruh tepat 2 potong di setiap bilik yang dihuni larva. Anehnya, lebah ini tak pernah membuat kesalahan sedikit pun dengan bilangan itu.
Satu kalimat, tapi terasa menampar kesadaran. Betapa seringnya kita lalai, menyia-nyiakan momen-momen yang sebenarnya bisa menjadi pintu gerbang menuju sesuatu yang lebih besar. Dan ironisnya, penyesalan selalu datang belakangan. Saat kesempatan telah pergi, barulah kita menyadari betapa berharganya ia.
Sebagai guru, penulis sering kehilangan kata-kata ketika peserta didik melontarkan pertanyaan yang tidak sederhana. “Pak, mengapa hutan kita terbakar?” “Mengapa binatang kehilangan rumahnya?” “Kalau hutan ditebang untuk perkebunan, nanti kita bernapas dengan apa?”
RESENSI BUKU Meramal Masa Depan dengan Matematika Matematika Bukan Hantu, Melainkan Sahabat yang Menyenangkan Judul buku: Meramal Masa Depan dengan Matematika Penulis: Drajat Penerbit: Malik Sembilanbelas Cetakan: Keempat, Oktober 2026 Tebal: 94 halaman Ukuran: 14 × 21 cm Matematika! Mendengar namanya saja, sebagian anak merasa takut. Rumus yang rumit, angka yang membingungkan, serta soal-soal yang terasa sulit sering kali membuat matematika dijuluki sebagai pelajaran yang menakutkan. Ironisnya, matematika justru menjadi salah satu ilmu penting yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk mempelajari bidang ilmu lainnya. Lantas, mengapa pelajaran yang begitu penting ini justru kerap dijauhi? Apakah matematika memang sulit, atau jangan-jangan cara kita memperkenalkannya yang belum menyenangkan?
Saya tidak ingin website ini hanya menjadi etalase. Saya ingin ia menjadi tempat untuk mengingat apa yang sudah dipelajari — dan apa yang masih perlu diperbaiki.Drajat· catatan mengajar