Kembali ke Ceritaku
Ceritaku31 Oktober 2026

BINATANG JAGO MATEMATIKA

Binatang Jago Matematika Oleh: Drajat Ada beberapa jenis binatang yang terampil dengan matematika. Seorang ahli zoology Inggris J. Lubbock, melukiskan beberapa perilaku lebah. Lebah jenis tertentu memberi makan larvanya dengan potongan makanan dalam jumlah tetap. Lebah itu mengelilingi sarang dan menaruh tepat 2 potong di setiap bilik yang dihuni larva. Anehnya, lebah ini tak pernah membuat kesalahan sedikit pun dengan bilangan itu.

60 views· 0 tanggapan
BINATANG JAGO MATEMATIKA

Keberadaan Galeri Matematika kini menjadi ramai. Setiap hari terdengar suara anak-anak senda gurau. Suasana ini menjadikan hati DR.Alfa selaku pimpinan semakin yakin. Bahwa, anak-anak ini akan menemukan dunianya. Ya, dunia bermain dan dunia belajar. Ketakutan dengan matematika hanyalah hal biasa. Tapi, bagaimana mereka menjadikannya bidang studi ini menjadi sahabat.?

“Anak-anak yang Bapak cintai, bagaimana kabarnya hari ini?” Tanya DR. Alfa.

“Alhamulillah,” serentak anak-anak.

“Alhamdulillah, tapi Alhamdulillahnya bagaimana? Apakah kalian senang? Bergembira?”

“Ya, Alhamdulillah saya senang berada disini,” jawab Beta.

“Aku juga senang dan bergembira. Di sini ramai, tidak takut. Aku malahan bisa teriak-teriak bebas,” jelas Gamma tidak mau kalah.

“Bagaimana dengan Sinus, Tangen, dan yang lainnya?” Tanya Dr. Alfa lagi.

“Alhamdulillah saya senang juga di sini. Saya sekarang paham dan bersahabat dengan matematika. Ternyata matametika itu menyenangkan ya Pak?” ujar Penta.

“Betul Pak, kami di sini sangat gembira. Kita tidak hanya belajar, tapi bisa bermain bebas berkreatifitas. Bahkan kami sudah menemukan keunikan bilangan, bangun ruang, dan beberap keunikan lainnya,” jawab tangen menguatkan.

DR. Alfa manggut-manggut. Ia terpesona dengan pendapat para siswa. Mereka kini sudah bersahabat dengan suasana galeri. Tidak ada lagi kata sulit, takut, malas, dan sederetan yang menghambat belajar matematika. Justru mereka siap menumpahkan kreatifitasnya.

“Begini anak-anak,” ujar Dr. Alfa, sambil melanjutkan, “Kita dapat belajar matematika dari binatang!”

“Dari binatang? Memangnya ada binatang yang pandai matematika?” Tanya Betta penasaran.

Selanjutnya Dr. Alfa menjelaskan panjang lebar, bahwa kita bisa belajar dari binatang. Pendek kata, binatang saja bisa bersahabat dengana matematika kenapa kita tidak? Nah, berikut cerita Dr. Alfa.

Ada beberapa jenis binatang yang terampil dengan matematika. Seorang ahli zoology Inggris J. Lubbock, melukiskan beberapa perilaku lebah. Lebah jenis tertentu memberi makan larvanya dengan potongan makanan dalam jumlah tetap.Lebah itu mengelilingi sarang dan menaruh tepat 2 potong di setiap bilik yang dihuni larva. Anehnya, lebah ini tak pernah membuat kesalahan sedikit pun dengan bilangan itu.

Juga burung kedasih yang agak curang. Ia memberikan makanan anaknya dengan menitipkan ke burung lain dengan cara menaruh telurnya sendiri di sarang burung prenjak. Dengan cerdik, burung kedasih membuang telur prenjak dalam jumlah yang sama dengan jumlah telur yang ditaruhnya.

Bagaimana dengan burung yang lain? Ternyata tidak mau kalah dengan burung kedasih. Ya, burung gagak adalah termasuk yang cerdik juga.Seorang ahli zoology Jerman O. Keller melakaukan eksperimen. Ia menaruh 5 kotak di depan seekor gagak. Tutup setiap kotak itu digambari dengan bintik-bintik, jumlahnya berkisar dari 2 hingga 6, sehingga mirip permukaan dadu. Di depan kotak tadi ia menaruh sebuah tutup lain yang digambari dengan bintik-bintik.Sambil memperlihatkan satu tutup ini kepada si gagak, ia mencoba melatih gagak itu supaya memilih satu di antara tutup-tutup kotak yang mempunyai bintik yang sama.

Apa yang terjadi? Subhanallah, ajaib! Bagaiamana pun posisi kotak-kotak itu, gagak tersebut senantiasa mematuk tutup yang jumlah bintiknya sama, dan tak pernah gagal

“Demikianlah, anak-anak ternyata beberapa jenis binatang jagoan matematika juga ya?” ujar Dr.Alfa.

“Weleh-weleh, begitu ya Pak! Kalau demikian kita tidak boleh kalah dengan mereka.

“Betul juga teman-teman, kita harus membuktikan bahwa kita tida hanya bersahabat dengan matematika tapi harus menghasilkan karya yang hebat! Bukan, demikian teman-teman?”seloroh Tangen kepada teman-temannya.

“Oke..!” serempak teman-temananya menimpali dengan penuh semangat.

Hari itu pun berakhir dengan rasa puas. Mereka sepakat akan membuat matematika sesuatu yang menyenangkan dan harus menghasilkan karya yang luar biasa!

Tanggapan (0)

Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Tanggapan

Tanggapan Anda akan ditinjau oleh guru sebelum tampil publik.